Kunjungan Menteri Keuangan Singapura ke Polifurneka – POLIFURNEKA
+62 294 3692732
humas@poltek-furnitur.ac.id
Kunjungan Menteri Keuangan Singapura ke Polifurneka
$RC0E89O (1)
$R5G4QK1
$RXTP0KM
$RQLH53M
$RAY2EBA
$RZ6MR7N
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

POLTEK-FURNITUR.AC.ID, Kendal - Direktur Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Tri Ernawati menerima kunjungan Menteri Keuangan Singapura H.E.Lawrence Wong dan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Naya di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal (Polifurneka), Kamis (19/5/2022). Selain melakukan kunjungan ke Politeknik Industri Furnitur, Menteri Keuangan Singapura juga mengunjungi PT Kendal Eco Furindo yang merupakan salah satu industri furnitur di dalam Kawasan Industri Kendal.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Ir. Arus Gunawan, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, B.Sc dan Direktur PT Kawasan Industri Kendal (KIK) Stanley Ang dan para Kepala OPD terkait Kabupaten Kendal. Kunjungan Menteri Keuangan Singapura, H.E. Lawrence Wong dimaksudkan dalam rangka mempererat kerjasama pemerintah Indonesia dan Singapura dalam hal pendidikan, pelatihan, penyediaan dan penyaluran tenaga kerja kompeten.

Kemenperin melalui BPSDMI memiliki peran penting dalam penyediaan SDM Industri kompeten. Pengembangan sumber daya manusia industri menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang industri Furnitur yang menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia dalam pasar ekspor. Polifurneka diharapkan dapat menyediakan SDM industri yang kompeten, profesional, dan siap kerja di sektor furnitur untuk mendukung industri furnitur nasional di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Singapura bersama Direktur Polifurneka dan Kepala BPSDMI Kemenperin melihat langsung fasilitas yang ada di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Menteri Perindustrian, Kepala BPSDMI Ir. Arus Gunawan menyatakan bahwa untuk mendukung keberlangsungan kinerja KIK dan perusahaan yang ada di kawasan, Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI berkomitmen mendukung penyediaan SDM industri kompeten melalui Penyelenggaraan pendidikan dual system pada 9 SMK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas di lingkungan Kemenperin, Program Pendidikan Diploma 1 sesuai kebutuhan industri yang lulusannya langsung bekerja di industri.

Direktur Polifurneka Tri Ernawati menyampaikan bahwa banyak potensi kerjasama yang dapat dilakukan dengan Singapura diantaranya adalah pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan teaching factory, pelatihan bagi pembimbing industri, dosen tamu, pengembangan kurikulum, uji kompetensi, pembelajaran berbasis proyek dan juga joint research antar universitas/politeknik.