+62 294 3692732
humas@poltek-furnitur.ac.id

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu terletak di Jalan Wanamarta Raya Nomor 20, Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Politeknik ini merupakan satu-satunya Politeknik Negeri di Indonesia yang berfokus pada bidang industri furnitur dan pengolahan kayu.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan bertanggungjawab kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri. Dalam pelaksaan tugasnya, Politeknik dipimpin oleh seorang direktur dan 3 pembantu direktur.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memiliki 3 program studi unggulan D-III di antaranya Prodi Teknik Produksi Furnitur, Prodi Manajemen Bisnis Industri Furnitur, dan Prodi Desain Furnitur yang seluruhnya telah terakreditasi "Baik" dari BAN-PT.  Di samping itu, Politeknik juga memiliki program setara D-I yang dibuka sesuai kebutuhan industri.

gedung-utama
Sejarah Kampus

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Statuta Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian yang menyelenggarakan program pendidikan tinggi vokasi dalam rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang terkait dengan sektor industri furnitur dan pengolahan kayu. Dalam menjalankan tugasnya, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu bertanggung jawab kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu secara akademik dibina oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, sedangkan  secara operasional dibina oleh Menteri dan secara administrasi dibina oleh Kepala BPSDMI.

Tujuan didirikannya Politeknik ini adalah untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) industri sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 pasal 18 yaitu tentang Pembangunan tenaga kerja Industri dilakukan untuk menghasilkan tenaga kerja Industri yang mempunyai kompetensi kerja di bidang Industri sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Di dalam Undang-undang tersebut diamanahkan pembangunan sumber daya manusia industri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten guna meningkatkan peran sumber daya manusia Indonesia di bidang industri. Sebagai bagian dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035 yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015 dan disusun sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, telah disusun 10 industri prioritas yang dikelompokkan dalam industri andalan, industri pendukung dan industri hulu di antaranya: (1) Industri Pangan, (2) Industri Farmasi, Kosmetik dan Alat Kesehatan, (3) Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka, (4) Industri Alat Transportasi, (5) Industri Elektronika dan Telematika/ICT, (6) Industri Pembangkit Energi, (7) Industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri, (8) Industri Hulu Agro, (9) Industri Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam, dan (10) Industri Kimia Dasar Berbasis Migas dan Batubara. Keberadaan industri furnitur merupakan bagian dari industri agro ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah dan mendongkrak nilai ekspor industri furnitur. Kehadiran Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu diharapkan dapat mendukung kemajuan industri furnitur di Indonesia melalui pengadaan sumber daya manusia industri yang kompeten.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu didirikan pada tanggal 28 Juni 2018 di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tepatnya di jalan Wanamarta Raya No 20, di dalam Kawasan Industri Kendal. Peresmian Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu dilaksanakan oleh Menteri Perindustrian saat itu yaitu Airlangga Hartarto bersama Menteri Pendidikan Tinggi dan Keterampilan Singapura Ong Ye Kung.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/408/M.KT.01/2018 Tanggal 8 Juni 2018 tentang persetujuan pembentukan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, dan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 538/KPT/I/ 2018 tentang Izin Pembukaan Program Studi dalam Rangka Pendirian Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Di Kabupaten Kendal yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal memiliki tiga program studi D-III yang telah terakreditas “Baik” yaitu Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur. Kurikulum yang digunakan pada Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang telah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Furnitur.

Sistem pendidikan di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu ini menggunakan dual system dengan perbandingan 30% teori dan 70% praktik. Pelaksanaan praktikum ditunjang dengan fasilitas workshop furnitur terintegrasi, laboratorium gambar, serta laboratorium komputer yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi furnitur dan pengolahan kayu.

logo-POLIFURNEKA-1024x968

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memiliki lambang instansi berbentuk lingkaran yang di atasnya terdapat 5 buah roda gigi berwarna merah yang melingkari tulisan ”POLITEKNIK INDUSTRI FURNITUR DAN PENGOLAHAN KAYU” yang berwama hitam, di bagian tengah terdapat tulisan “KENDAL” berwarna hitam yang di atasnya terdapat buku yang terbuka berwarna biru yang di atasnya terdapat kursi dengan penyangga dan sandaran berwama hitam serta di bagian bawah lingkaran terdapat 2 (dua) helai daun berwarna hijau.

Roda gigi yang berjumlah 5 buah melambangkan industri dengan 5 dasar negara dan 5 nilai dasar Kementerian Perindustrian, yaitu integritas, profesional, inovatif, produktif, dan kompetitif. 2 helai daun berwarna hijau melambangkan industri hijau yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat namun tetap ramah lingkungan. Buku yang terbuka melambangkan tridharma perguruan tinggi. Kursi dengan penyangga yang dibuat seperti pohon kayu untuk menggambarkan proses industri dari bahan kayu menjadi furnitur. Sementara sandaran kursi terdiri dari 4 pilar untuk melambangkan kesiapan industri furnitur menuju industri 4.0.

Warna yang terdapat pada lambang Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memiliki artinya masing-masing. Warna merah melambangkan sifat dinamis dan bijaksana. Warna hijau melambangkan pertumbuhan, kesejahteraan, dan berwawasan lingkungan. Warna biru melambangkan teknologi, sifat percaya diri, dan kemandirian. Sementara warna hitam melambangkan sifat kemakmuran, kekuatan, dan tanggung berdaya saing.

Visi dan Misi

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memiliki Visi dan Misi yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Statuta Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Visi

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memiliki visi sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi Vokasi industri yang unggul (excellence) dan berdaya saing global di bidang industri furnitur dan pengolahan kayu pada tahun 2030.

Misi

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Vokasi industri sistem ganda dengan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berstandar global;
  2. Melaksanakan penelitian terapan untuk pemecahan permasalahan di sektor industri prioritas;
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan ekosistem Industri Kecil dan Industri Menengah (IKM);
  4. Mengembangkan kompetensi transformasi digital industri 4.0 melalui pembangunan Digital Capability Centre (DCC) sebagai satelit Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0);
  5. Membangun dan mengembangkan kelembagaan inkubator bisnis industri yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan terkait;
  6. Mengembangkan skema kompetensi dan uji kompetensi; dan
  7. Mengembangkan kelas industri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri (tailor made).
Akademik

Program pendidikan vokasi yang diselenggarakan di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu adalah sebagai berikut:

  1. Program Studi Desain Furnitur (DF)
  2. Program Studi Manajemen Bisnis Industri Furnitur (MBIF)
  3. Program Studi Teknik Produksi Furnitur (TPF)

Kompetensi Umum

Lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memiliki kompetensi umum berupa:

Mampu Menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dengan menganalisis data serta metode yang sesuai, mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur, mampu memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai dengan bidang keahlian terapannya, didasarkan pada pemikiran logis dan inovatif, dilaksanakan dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri, mampu menyusun laporan tentang hasil dan proses kerja dengan akurat dan sahih, mengomunikasikan secara efektif kepada pihak lain yang membutuhkannya, mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok, mampu melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya, mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggungjawabnya, dan mengelola pengembangan kompetensi kerja secara mandiri.

Kompetensi Khusus

_MG_1172 (1)
Prodi Teknik Produksi Furnitur

Mampu membaca gambar kerja, melakukan pembahanan, membuat komponen/elemen furnitur, dan melakukan assembling, mampu melakukan pekerjaan finishing furnitur, melakukan pemeliharaan peralatan dan mesin produksi, mengendalikan kualitas, serta melakukan supervisi, mampu mampu menyusun rencana produksi, menghitung biaya produksi, mengendalikan persediaan, melakukan supervisi

IMG_0520_2
Prodi Manajemen Bisnis Industri Furnitur

Mampu melaksanakan kegiatan administrasi personalia, umum dan keuangan, mampu merencanakan, mengelola dan menganalisis kegiatan administrasi personalia dan umum, mampu membuat perencanaan, mengelola dan mengevaluasi kegiatan manajemen, mampu menyusun program perbaikan sistem manajemen pada lingkup pemasaran, logistik dan keuangan, mampu menganalisis perencananan dan pengelolaan manajemen perusahaan industri furnitur, dan mampu melakukan analisis kelayakan bisnis industri furnitur.

IMG_0757
Prodi Desain Furnitur

Mampu membuat desain produk furnitur dalam bentuk gambar kerja, mampu memilih konstruksi furnitur, mampu membuat bill of material, mampu menerapkan prinsip-prinsip estetika, semiotika, ergonomi dan sosial budaya, mampu membuat sketsa dasar desain produk furnitur, mampu membuat prototype, mampu mengevaluasi produksi furnitur dengan pengujian dan pengukuran sesuai prosedur dan standar yang berlaku, mampu menggunakan teknologi mutakhir dalam merancang dan mendesain produk furnitur.

Tupoksi

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Bab I Pasal 2, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang industri furnitur dan pengolahan kayu.

Sementara pada pasal 3 disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu menyelenggarakan fungsi:

  1. Penyusunan rencana dan program pendidikan vokasi di bidang teknologi industri furnitur dan pengolahan kayu;
  2. Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan vokasi di bidang teknologi furnitur dan pengolahan kayu;
  3. Pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat;
  4. Pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan hubungan alumni;
  5. Pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi;
  6. Pelaksanaan unit inovasi teknologi dan diversifikasi produk;
  7. Pengelolaan pabrik di dalam sekolah (teaching factory);
  8. Pelaksanaan kerja sama untuk pengembangan pendidikan, pemagangan, dan penempatan kerja;
  9. Pengelolaan perpustakaan, laboratorium/workshop serta sarana dan prasarana penunjang lainnya;
  10. Pelaksanaan administrasi akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama;
  11. Pengelolaan, kerumahtanggaan dan kepegawaian;
  12. Pelaksanaan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan;
  13. Pelaksanaan pengawasan internal;
  14. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan.
Akreditasi

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu telah terakreditasi "Baik" dari BAN-PT.

SSertifikat-38866-317a8dc8d134e5acf007a0fe5253423b_page-0001

Seluruh Prodi di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu telah terakreditasi "Baik" dari BAN-PT.

Sertifikat-TPF-Zain-Amarta_page-0001

Akreditasi Prodi Teknik Produksi Furnitur

Sertifikat-MBIF-Zain-Amarta_page-0001

Akreditasi Prodi Manajemen Bisnis Industri Furnitur

Sertifikat-DF-Zain-Amarta_page-0001-1

Akreditasi Prodi Desain Furnitur

Profil Pejabat
bu peni

Direktur Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu
Dr. Peni Shoffiyati

pak yogi

Pembantu Direktur I
Bidang Akademik
Yogi Akbar Sunardiansyah, M.M.

Dian Eko

Pembantu Direktur II
Bidang Administrasi Umum dan Keuangan
Dian Eko Hari Purnomo, M.Sc.

pak fani

Pembantu Direktur III
Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
Alfani Risman Nugroho, M.T.

Struktur Organisasi
struktur-organisasi-polifurneka

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu dipimpin oleh Direktur yang dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu Direktur dan bagian lain yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pembantu Direktur I, mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta penjaminan mutu.
  2. Pembantu Direktur II, mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang keuangan, administrasi umum, kerumahtanggan, kepegawaiaan dan pengawasan internal.
  3. Pembantu Direktur III, mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan, hubungan alumni dan kerja sama.
  4. Senat, mempunyai tugas memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan akademik.
  5. Dewan Penyantun, mempunyai tugas memberikan pertimbangan non akademik.
  6. Satuan Penjaminan Mutu, mempunyai tugas dokumentasi, pemeliharaan, pengendalian, dan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan.
  7. Satuan Pengawas Internal, mempunyai tugas melakukan pengawasan non akademik.
  8. Subbagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, mempunyai tugas melakukan urusan administrasi akademik, kemahasiswaan, hubungan alumni, perencanaan, sistem informasi dan kerjasama.
  9. Subbagian Umum dan Keuangan, mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, barang milik negara, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat, kepegwaian dan keuangan.
  10. Program Studi, mempunyai tugas melaksanakan pendidikan vokasi tertentu di bidang teknologi industri furnitur dan pengolahan kayu.
  11. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, merupakan unit yang mengorganisasikan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal.
  12. Unit Inovasi Teknologi dan Diversifikasi Produk (Inkobator Bisnis), mempunyai tugas menyelenggarakan inkubator bisnis untuk wirausaha industri kecil dan menengah.
  13. Unit Teaching Factory, mempunyai tugas melaksanakan kegiatan akademik di bidang pembelajaran yang langsung dilaksanakan pada kegaiatan produksi.
  14. Unit Penunjang, merupakan unit yang bertugas melakukan kegiatan penunjang dalam kegiatan pendidikan di lingkungan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal.
  15. Kelompok Jabatan Fungsional, mempunyai tugas melaksanakan kegiatan fungsional pada bidang ilmu masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Keanggotaan Senat
  1. Nurmadina, M.Si. (Ketua)
  2. Bahtiar Rahmat, M.Eng. (Sekretaris)
  3. Dr. Peni Shoffiyati
  4. Yogi Akbar Sunardiansyah, M.M.
  5. Dian Eko Hari Purnomo, M.Sc.
  6. Alfani Risman Nugroho, M.T.
  7. Nicolas Hutasoit, M.T.
  8. Arip Wijayanto, M.Si.
  9. Taukhid Wisnu Broto, M.T.
  10. Agung Ari Purwanto, S.ST.,M.T.
  11. Zain Amarta, S.T., M.MT.
  12. Anshah Silmi Afifah, M.T.
  13. Fesa Putra Kristianto, M.MT.
  14. Juliasari Prasetya, M.T.
  15. Nukhbah Sany, M.M.
  16. Nurhanifah, M.Si.
  17. Wahyu Widiyanto, M.T.
  18. Yessi Nasia Ulfia, M.Sc.
Fasilitas