Polifurneka Terima Kunjungan Delegasi Tokyo Metropolitan Government Jepang, Bahas Peluang Kerja Sama SDM Industri Furnitur

Kunjungan TMG Jepang ke Polifurneka membahas kolaborasi pendidikan vokasi, penguatan SDM furnitur, dan peluang kerja lulusan di industri Jepang pada Rabu, 3 Desember 2026

BERITA TERKINI

Aisyah Yuri

12/4/20252 min read

Kendal, 3 Desember 2025 — Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) menerima kunjungan delegasi Tokyo Metropolitan Government (TMG) Jepang, didampingi perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang serta Kementerian Luar Negeri RI, dalam rangka diskusi penjajakan kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor furnitur dan pengolahan kayu.

Delegasi TMG yang hadir antara lain Ryouta Higashi, Akihiro Sutou, Suzuka Ide, dan Mizuki Sugisaki, bersama pendamping dari KBRI Jepang Andri Sumaryadi serta perwakilan Kementerian Luar Negeri RI Elsa Narwastu Rosita dan Sabrina Nur Raudha.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil Polifurneka oleh Direktur, Dr. Peni Shoffiyati, S.P., M.Si., yang menjelaskan peran strategis Polifurneka sebagai satu-satunya politeknik negeri di Asia Tenggara yang secara khusus berfokus pada industri furnitur dan pengolahan kayu. Dalam paparannya, disampaikan pula keunggulan sistem pendidikan berbasis industri yang diterapkan untuk mencetak lulusan siap kerja.

Perwakilan delegasi TMG, Ryouta Higashi, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta mengungkapkan ketertarikannya terhadap model pendidikan Polifurneka. Ia menjelaskan bahwa di Jepang terdapat banyak institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kehutanan dan pertanian, namun belum banyak yang secara spesifik mendalami bidang furnitur dan perkayuan seperti Polifurneka.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, di antaranya struktur industri furnitur di Indonesia, minat tenaga kerja Indonesia untuk berkarir di Jepang, hingga kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri global. Polifurneka juga memaparkan keterlibatan industri sejak tahap rekrutmen mahasiswa serta capaian tingkat serapan lulusan yang mencapai sekitar 90% pada wisuda terakhir.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa mahasiswa Polifurneka dibekali sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mencakup bidang desain, konstruksi, hingga finishing furnitur. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung kesiapan lulusan untuk bersaing di pasar kerja internasional.

Dalam diskusi, juga dibahas peluang kerja sama dalam penempatan tenaga kerja Indonesia di Jepang, dengan menyoroti pentingnya kemampuan bahasa Jepang sebagai bekal utama. Delegasi TMG menyampaikan optimisme terhadap potensi kerja sama ini, sekaligus menilai Polifurneka sebagai institusi strategis dalam menyiapkan SDM kompeten di bidang furnitur.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan SDM, termasuk potensi pendidikan lanjutan dan penyerapan tenaga kerja di Jepang. Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan melalui Unit Kerja Sama Polifurneka bersama mitra terkait.

Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan peninjauan fasilitas workshop Polifurneka. Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, serta diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama internasional di sektor pendidikan vokasi dan industri furnitur.

Tentang Polifurneka

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang berfokus pada pengembangan SDM industri furnitur dan pengolahan kayu. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan industri, Polifurneka berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.

Informasi Kontak

Website: https://poltek-furnitur.ac.id/
WhatsApp: 085701584557
Instagram: @poltekfurniturkendal
TikTok: @polifurneka